Panduan perjalanan, diperbarui September 2026
Kartu kedatangan Indonesia untuk keluarga: anak, bayi, dan pengajuan grup
Kartu kedatangan All Indonesia diterbitkan per orang, bukan per keluarga. Pasangan dengan dua anak memerlukan empat kartu dan empat kode QR, termasuk untuk bayi yang memiliki paspor. Ini mengejutkan banyak orang tua dan menjadi sumber sebagian besar masalah keluarga di loket imigrasi. Berikut cara mengajukan untuk anak dan untuk satu grup sekaligus.
Anda juga dapat mengisi Kartu Kedatangan All Indonesia sendiri secara gratis di portal resmi pemerintah allindonesia.imigrasi.go.id.
Satu kartu per orang, berapa pun usianya
Imigrasi Indonesia mencocokkan setiap kartu kedatangan dengan satu nomor paspor. Anak yang memiliki paspor adalah penumpang tersendiri dalam sistem, sehingga memerlukan kartu sendiri, dengan nama, nomor paspor, dan tanggal lahirnya sendiri, serta kode QR sendiri. Tidak ada bagian tanggungan pada kartu orang dewasa dan tidak ada QR keluarga.
- Bayi dengan paspor sendiri: kartu atas nama bayi.
- Anak yang masih tercantum di paspor orang tua (beberapa negara masih menerbitkannya): formulir dirancang untuk satu paspor per kartu, jadi periksa pusat bantuan portal resmi tentang cara mendeklarasikannya.
- Remaja: sama seperti orang dewasa; tujuan kunjungan dan alamat mengikuti orang tua yang mendampingi.
Data apa yang diisi pada kartu anak
Sebagian besar kolom disalin dari kartu orang dewasa; hanya blok identitas yang berubah.
- Nama persis seperti pada zona baca mesin di paspor anak, semua nama depan, tanpa nama panggilan.
- Nomor paspor, kewarganegaraan, tanggal lahir, dan tanggal kedaluwarsa dari paspor anak, bukan paspor orang tua.
- Nomor penerbangan, tanggal kedatangan, pelabuhan masuk, tanggal keberangkatan, dan alamat akomodasi: sama dengan orang tua.
- Alamat email: milik orang tua. Semua kode QR dapat masuk ke satu kotak masuk.
- Deklarasi kesehatan: jawab untuk anak. Bea cukai: dalam praktiknya satu orang dewasa mendeklarasikan uang tunai dan barang keluarga; pada kartu lainnya, jawab sesuai yang benar-benar dibawa penumpang tersebut.
Pengajuan grup: semua dalam satu pesanan
Ada tiga cara mengajukan beberapa kartu.
- Portal resmi, satu per satu: tanpa akun, pertanyaan yang sama setiap kali. Jajarkan paspor, isi kartu dengan urutan yang sama, dan tandai setiap yang selesai.
- Aplikasi resmi, opsi grup: perlu akun dan beberapa penumpang dapat ditambahkan dalam satu sesi. Beberapa penumpang melaporkan pengajuan grup hanya mengembalikan QR untuk ketua grup; periksa setiap anggota di halaman pengambilan setelahnya.
- Bantuan kami: satu pesanan untuk seluruh keluarga, mulai US$24,90 untuk penumpang pertama dan US$14,90 untuk setiap orang tambahan. Seseorang menyiapkan setiap kartu, memeriksa setiap kolom, dan mengirim semua kode QR dalam satu email.
Cara mana pun yang Anda pilih, hasilnya harus sama: satu QR per orang, masing-masing dengan nama dan nomor paspor yang benar.
Waktu pengajuan untuk keluarga
Jendela 72 jam berlaku untuk setiap kartu, dan semua kartu untuk penerbangan yang sama terbuka pada saat yang sama. Mengisi empat atau lima kartu di ruang tunggu keberangkatan membuat stres; lakukan di rumah sehari sebelumnya, dengan paspor dan pemesanan hotel di depan Anda, atau pasang satu pengingat untuk tanggal kedatangan keluarga. Paspor anak juga perlu masa berlaku enam bulan untuk visa saat kedatangan dan e-VOA, yang juga diperlukan anak-anak, dengan biaya pemerintah yang sama sebesar Rp 500.000 per orang.
Di bandara bersama anak
Autogate umumnya digunakan orang dewasa berpaspor biometrik; keluarga dengan anak kecil diarahkan ke loket berpetugas, tempat petugas memindai setiap QR dengan setiap paspor. Simpan kode-kode bersama: satu album di ponsel orang tua, diberi nama per penumpang, ditambah cetakan di dompet paspor. Di kios bea cukai petugas mungkin meminta setiap QR atau hanya QR orang dewasa yang mendeklarasikan; siapkan semuanya.
Kesalahan yang dilakukan keluarga
Kesalahan yang sama muncul di setiap loket keluarga.
- Satu kartu untuk seluruh keluarga, hanya dengan paspor orang tua. Anak-anak tidak punya kartu dan loket harus membereskannya.
- Nomor paspor orang tua disalin ke kartu anak. Setiap kartu harus memuat nomor milik penumpang itu sendiri.
- Nama panggilan atau nama tengah yang hilang pada anak; nama harus sesuai dengan zona baca mesin.
- Mengira anak tidak memerlukan visa. Visa saat kedatangan, e-VOA, dan bebas visa berlaku untuk anak sama seperti orang dewasa.
- Kehilangan satu kode di antara banyak kode. Ganti nama berkas dengan nama penumpang. Jebakan lainnya ada di FAQ kami.
Pertanyaan umum
Apakah bayi saya memerlukan kartu kedatangan Indonesia?
Ya, jika bayi memiliki paspor. Setiap penumpang yang memiliki paspor memerlukan kartu atas namanya sendiri, berapa pun usianya. Orang tua yang mengisinya.
Bisakah saya memakai satu alamat email untuk semua kartu keluarga?
Bisa. Portal mengirim setiap QR ke email yang Anda masukkan, jadi satu kotak masuk untuk seluruh keluarga adalah pilihan paling sederhana. Ganti nama setiap berkas dengan nama penumpang.
Apakah anak-anak memerlukan visa saat kedatangan untuk Indonesia?
Ya. Visa saat kedatangan dan e-VOA berlaku per orang, termasuk anak-anak, dengan biaya pemerintah yang sama. Warga negara ASEAN dari usia berapa pun bebas visa. Kartu kedatangan wajib dalam semua kasus.
Kami hanya menerima satu kode QR untuk seluruh grup. Bagaimana?
Cari setiap penumpang di halaman pengambilan resmi dengan data paspornya. Siapa pun yang tidak punya kartu harus diajukan secara individual sebelum terbang.
Bepergian bersama keluarga? Satu pesanan, satu QR per orang.
Kirimkan paspor sekali saja dan kami menyiapkan, memeriksa, dan mengajukan setiap kartu dalam jendela 72 jam, lalu mengirim semua kode QR sekaligus lewat email. Mulai US$24,90 untuk penumpang pertama dan US$14,90 untuk setiap anggota keluarga tambahan.
Terbang lebih dari tiga hari lagi? Pasang pengingat gratis untuk jendela 72 jam.
Anda juga dapat mengisi Kartu Kedatangan All Indonesia sendiri secara gratis di portal resmi pemerintah allindonesia.imigrasi.go.id.